Tuesday, February 13, 2018

PLI Kembali Serahterimakan Unit Apartemen Majestic Point Serpong

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) kembali melakukan serah terima unit Apartemen Majestic Point Serpong (MSP) untuk kedua kalinya di Tower Lucia.

“Unit  yang ada di Tower Lucia yang belum diserahterimakan hingga saat ini ada sekitar 350-an. Semua unit itu akan kami serahterimakan sebelum akhir tahun ini, sebagaimana komitmen kami sejak awal pemasaran,” kata Marcellus Chandra, Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia, Serpong, Tangerang, Rabu.

PLI memberikan target seluruh unit yang ada di Tower Lucia di apartemen yang terletak di daerah Gading Serpong, Tangerang ini akan diserahterimakan sebelum akhir tahun ini kepada para konsumen.
Marcell menjelaskan apartemen ini memiliki ketinggian 30 lantai terdiri dari 950 unit ini memiliki 2 tower, yakni Tower Lucia dan Tower Khan.

Untuk Tower Lucia sendiri sudah habis terjual, yang tersisa, hanya unit yang ada di Tower Khan, yakni sekitar 150 unit dengan type studio, one bedroom dan two bedroom.

“Kami sangat optimis bahwa sisa 150 unit ini akan habis terserap pasar menjelang akhir tahun ini, mengingat pasar properti saat ini cukup bergairah, dibanding beberapa tahun ini. Indikasi pemulihan pasar properti tersebut mulai terlihat sejak awal tahun ini,” ujar Marcell.

Disinggung strategi dan promo yang dilakukan PT PLI, Marcell menyampaikan bahwa pihaknya masih akan melanjutkan program pemasaran lama, yakni Program Juragan Kost. Hal ini lantaran, sejak diluncurkannya pada Juli lalu, program tersebut cukup mengdongkrak angka penjualan dan menarik minat masyarakat dalam membeli apartemen untuk disewakan atau menjadi kost-kostan yang dikelola secara profesional PT PLI, selaku pengembang.

Marcell mengatakan, awalnya ide untuk mencetuskan konsep tersebut muncul setelah melihat banyak masyarakat, khususnya di daerah Tangerang yang ingin mempunyai passive income dengan cara membangun kost-kostan, namun terkendala biaya yang cukup mahal, apalagi harga tanah di lokasi yang strategis sekarang sangat tinggi.
“Modal untuk menjadi juragan kost-kostan cukup kecil, yaitu hanya Rp 10 juta,” ujar dia lagi.

Lebih lanjut, Billy Tanutama, General Manager Sales & Marketing PT PLI menjelaskan, harga Apartemen MPS sekarang mulai dari Rp500 juta. Tetapi, melalui Program Juragan Kost tersebut, konsumen dengan modal Rp10 juta sudah bisa langsung memiliki apartemen dengan cicilan sekitar Rp30.000 per hari untuk 2 tahun pertama. Selain itu, pihak developer juga memberikan jaminan sewa sebesar 9 persen per tahun selama 2-3 tahun.
“Kami juga memberikan free maintenance (listrik dan air), free interior, dan dikelola secara profesional oleh developer. Para juragan ini nantinya langsung dapat income dan dijamin tersewa. Sementara untuk cara pembayaran, kami juga menawarkan paket Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) dari Bank MNC, Bank BTN, dan Bank Muamalat,” kata Billy.

Adapun fasilitas yang disediakan bagi para penyewa kost-kostan ini,kata Billy, mulai dari kolam renang, playground, sky park, jogging track, gym, dan basketball court. Sementara unit yang tawarkan adalah type studio (semi  gross 27 m2), 1 bedroom (semi gross 40 m2), dan 2 bedroom (semi gross 54 m2).

Billy menuturkan, MPS sangat mudah diakses, hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol Jorr Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas / sekolah ternama, seperti  Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School,  Universitas Bina Nusantara,  Prasetya Mulya,  Stella Maris International School, dan Sekolah Tarakanita.

Selain fasilitas pendidikan, apartemen ini juga dikelilingi oleh sejumlah tempat perbelanjaan, diantaranya adalah Lippo Supermall Karawaci, Summarecon Mall Serpong, Mall of Alam Sutera, BSD Square, Teras Kota, BSD Plaza, dan Living World. Terdapat sejumlah rumah sakit, seperti Siloam Hospital Karawaci, Rumah Sakit St. Carolous, Rumah Sakit Awal Bros,  Eka Hospital BSD, dan Rumah Sakit Mayapada.

Monday, November 28, 2016

K2 PARK PERIZINAN PEMBANGUNAN APARTEMEN MEWAH GADING SERPONG



Paket kebijakan ekonomi yang salah satunya berfokus pada peningkatan investasi di sektor properti disambut baik oleh para pelaku usaha di dunia properti. Disebutkan, pemerintah berkomitmen untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan perumahan atau properti secara umum.

Seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menggerakkan ekonomi nasional, termasuk industri properti tentunya, yaitu dengan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha. Pemerintah sadar, ada banyak hambatan yang selama ini membuat industri nasional tak berkembang pesat atau jalan di tempat, salah satunya karena proses perijinan yang rumit.

Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. "Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat," kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.


K2 PARK PERIZINAN PEMBANGUNAN APARTEMEN MEWAH GADING SERPONG


Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.

“Proses perijinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.

“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.

Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.

Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.

“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.


K2 PARK PROGRESS PEMBANGUNAN SUPERBLOK GADING SERPONG

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) siap meluncurkan tower ketiga (Minette) K2 Park di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Perseroan menargetkan tower Minette ini habis dalam waktu cepat seperti tower sebelumnya. Presiden Direktur Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan, peluncuran tower ketiga akan dilakukan sekitar bulan Maret mendatang. "Tower pertama yang terdiri dari 600 unit habis terjual hanya dalam dua pekan," ujarnya, kemarin. Ia menjelaskan, tower ketiga K2 Park menawarkan sensasi tinggal layaknya di hotel karena memang dibangun di atas Hotel Harris.

Nantinya akan ada 400 unit yang didesain lebih modern serta dilengkapi fasilitas lengkap untuk menandingi kenyamanan ala hotel. "Luas unit apartemen di tower ketiga K2 Park adalah semigross 24 meter persegi dengan perkiraan harga sekitar Rp 400 jutaan," tuturnya. Marcellus optimis, peluncuran tower ketiga ini akan mendapat sambutan lebih besar dari konsumen dan investor.

K2 PARK PROGRESS PEMBANGUNAN SUPERBLOK GADING SERPONG

Apalagi, Superblok K2 Park terpilih sebagai Top Superblok di Kota Tangerang. "Penghargaan diberikan dalam ajang Top Property Award 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah Property-In bekerja Sama dengan lembaga riset independen, Survey One," katanya. Ia mengatakan, penghargaan tersebut bisa dijadikan sarana untuk membandingkan dan mengukur kinerja di pasar dalam hal popularitas, kualitas investasi dan kepercayaan atas produk yang kami hasilkan. Ke depan, dia bilang, industri properti di Indonesia harus dapat menciptakan atau menjual produk properti yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.


 Untuk diketahui, K2 Park yang terletak di kawasan Gading Serpong terdiri dari empat tower dengan total 2500 unit apartemen. K2 Park dilengkapi dua tower hotel (Harris) serta pusat perkantoran dan pendidikan.